Bukalapak Memperoleh Dana Rp 3,4T

Bukalapak merupakan salah satu perusahaan e-commerce di Indonesia. Didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhamad Fajrin Rasyid pada tahun 2010, Bukalapak awalnya merupakan toko daring yang memungkinkan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah untuk merambah ke dunia maya.

Microsoft akan menjadi salah satu investor dari platform dagang elektronik (e-commerce) Bukalapak dengan menyuntikkan dana US$100 juta atau sekitar Rp1,46 triliun.

Suntikan dana segar ini akan membuat valuasi Bukalapak naik menjadi US$2,5 miliar–US$3 miliar. Saat ini Bukalapak didukung oleh Ant Group (terafiliasi dengan Jack Ma), GIC Pte, hingga Group Emtek.
Percepat Pengambilan Barang, Bukalapak Sediakan Fitur Ambil Sendiri
Saat dihubungi secara terpisah, Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak mengatakan bahwa suntikan dana tersebut akan diperuntukan untuk membangun infrastruktur yang tangguh, salah satunya di sektor cloud computing

“Bukalapak akan mengadopsi Microsoft Azure sebagai platform cloud pilihannya untuk mendukung lebih dari 6 juta pedagang daring, 6 juta pedagang offline, dan 100 juta pelanggan,” ujarnya.

Bukalapak Memperoleh Dana Senilai Rp 3,4 Triliun

Bukalapak dilaporkan mendapat suntikan investasi baru yang termasuk dalam putaran pendaaan Seri G. Angka investasi yang digelontorkan mencapai 234 juta Dollar AS atau per dollar hari ini sekitar Rp 3,4 triliun. Gelontoran dana tersebut didapat dari sejumlah investor seperti Microsoft, GIC (perusahaan investasi asal Singapura), dan Emtek. Pendanaan ini merujuk pada minat investor global yang belakangan mulai melirik Indonesia, karena dianggap memiliki potensi pasar yang cukup bernilai dan berkembang pesat di tengah kemajuan teknologi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk menjembatani kesenjangan digital, perusahaan akan mencari peluang untuk membantu menjadikan dunia digital relevan bagi setiap individu setiap hari.

Selanjutnya, dia juga mengatakan bahwa perusahaan akan fokus pada upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) dengan memberikan pelatihan keterampilan digital untuk karyawan Bukalapak dan para pelapak.

“Kemitraan ini menandakan kolaborasi yang mendalam dengan Microsoft dalam serangkaian proyek teknologi yang akan mengubah solusi perdagangan berbasis teknologi serta solusi operasi dan operasi di Indonesia,” katanya.

Dikutip melalui laman resmi Microsoft, Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia sangat bersemangat untuk memberdayakan Bukalapak dengan cloud terpercaya, yang memungkinkan mereka meningkatkan pengalaman pelanggan mereka di Microsoft Azure.

“Melalui kerja sama ini, merchant dan konsumen akan mendapatkan pengalaman jual beli yang lebih efisien dan andal, yang pada akhirnya menciptakan ketahanan bisnis dan membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” kata Haris.

Bukalapak disebut tengah berencana untuk melakukan listing di bursa saham Indonesia, dengan menggandeng Mandiri Sekuritas. Listing adalah pencatatan saham suatu perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan listing, masyarakat bisa melakukan transaksi (jual atau beli) saham perusahaan tersebut.

Umumnya, listing dikenal dengan istilah Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO). Dalam proses IPO, perusahaan melepas saham perusahaannya kepada masyarakat. Dengan kata lain, saham itu tidak lagi dimiliki oleh segelintir pemegang saham, namun bisa dimiliki oleh masyarakat atau investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pendanaan yang diperoleh Bukalapak ini juga diprediksi bisa memicu perlombaan kapital di pasar e-commerce di Indonesia.
Bukalapak Disebut Bakal IPO di Bursa Saham AS | kumparan.com

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *