Tips Aman Naik Gojek/Grab Supaya Tidak Salah!

Tips Aman Naik Gojek

Tips Aman Naik Gojek/Grab saat pandemi sangatlah penting. Covid-19 perlu diwaspadai bersama mengingat saat ini jutaan orang di dunia dinyatakan terinfeksi corona.

Semakin lama, pertambahan orang yang terkena Covid-19 semakin meningkat. Apalagi jika kita ingin beraktivitas keluar rumah menggunakan Gojek.

Saat ini kabar gembira dari Gojek dan Tokopedia kini telah resmi merger di bawah grup yang diberi nama GoTo.

Pada 17 Mei 2021, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan, mergernya Gojek dan Tokopedia dalam Grup GoTo menjadi hari yang sangat bersejarah dan akan menandai fase pertumbuhan berikutnya bagi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial.

Gojek maupun Tokopedia, keduanya bermula dari startup yang memiliki fokus layanan yang berbeda. Gojek didirikan oleh Nadiem Makarim yang saat ini menjabat sebagai Mendikbud, bersama dengan rekannya Michaelangelo Moran, dikenal dengan aplikasi ojek onlinenya. Sedangkan Tokopedia didirikan oleh Wiliam Tanuwijaya yang dahulunya seorang penjaga warnet.

Komitmen gojek untuk mendukung upaya dalam pencegahan covid-19 sudah diterapkan. Semua driver Gojek dilakukan penyemprotan desinfektan secara drive thru dan cek suhu tubuh. Setelah itu diberikan masker agar aman.

Tips Aman Naik Gojek Menurut Dokter

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomaini, menggunakan layanan ojol di masa pandemi ini harus disertai alat pelindung diri (APD) berupa masker dan hand sanitizer, serta membawa helm sendiri.

Selain itu, ada beberapa perilaku yang harus dibiasakan di tengah pandemi ini, misalnya mencuci tangan sesering mungkin.

“Budaya cuci tangan juga penting, karena kan tangan kita ini bisa menyentuh kemana-mana, ke mata, ke mulut, dan lain-lain. Lalu juga tetap patuhi physical distancing. Kalau di ojek motor, mungkin bisa dibikin wall (sekat partisi),” ungkap dokter Andi.

Bukan hanya itu saja, perilaku tansaksi saat menaiki ojek online juga harus diubah selama masa pandemi ini.

Menurutnya, jika harus bertransaksi menggunakan uang, pelanggan dan driver harus cepat-cepat membersihkan tangan dengan cairan antiseptic atau handsanitizer.

“Lalu bagaimana cara kasih uang ke ojol? kasih uangnya biasa aja, jangan dilempar, tapi setelahnya pakai antiseptic atau handsanitizer. Kemudian juga pakai goggle, dan ganti baju yang bersih begitu pulang ke rumah,” ujarnya.

Kemudian dr. Vito A Damay dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengatakan bahwa virus bisa dengan mudah menyebar lewat benda mati, salah satunya lewat uang.

“Lebih baik memang pakai uang elektronik aja, karena lebih baik jika kita mengurangi tukar menukar barang termasuk uang, supaya kita tidak saling menularkan virus atau kuman,” ucap dr. Vito.

Nah saat ini yang sedang berdomisili di Jakarta memiliki aturan ketat mengenai transportasi Online yakni:

Berdasarkan Keputusan Gubernur DKI No 19 Tahun 2021 tentang Penanggulangan COVID-19, layanan transportasi Gojek, seperti GoCar, GoCar L, GoRide dan GoBluebird, masih tetap beroperasi dengan protokol sebagai berikut:

  • Layanan GoCar, GoCar L dan GoBluebird dibolehkan membawa 2 penumpang dengan 1 pengemudi
  • GoRide aktif pada zona hijau dan kuning. Gojek juga telah mengimplementasikan pengaturan geofencing yang dapat memastikan layanan GoRide tidak dapat beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai Wilayah Pengendalian Ketat (zona merah).
  • Mitra driver diwajibkan menjaga jarak sejauh 1 meter dengan mitra driver lainnya
  • Para pengemudi dan penumpang wajib menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan

Aplikasi Gojek pun memberikan panduan untuk selalu mentaati protokol kesehatan Covid-19.

Pengingat Protokol Kesehatan Gojek
Pengingat Protokol Kesehatan Gojek

 

Tips Aman Naik Gojek: Panduan Lengkap saat naik GoRide dan GoCar Bagi Penumpang

Gojek selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan customer penggunanya. Dengan memberikan arahan seperti:

Saat naik Go-Ride:

  • Bawa helm pribadi. Direkomendasikan menggunakan helmfull faceberstandar SNI.
  • Siap sedia hand sanitizer.
  • Wajib pakai masker saat berkendara.
  • Disarankan menggunakan sarung tangan saat berkendara.
  • Jika menggunakan helm GoRide, sanitasi tangan dengan pembersih mengandung alkohol minimal 60% sebelum dan setelah pemakaian.
  • Tutup mulut dan hidung dengan siku bagian dalam jika bersin/batuk.
  • Hindari menyentuh wajah selama perjalanan.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik setelah turun dari kendaraan.
  • Sebisa mungkin, lakukan pembayaran non-tunai dengan GoPay, kartu kredit ataupun kartu debit, untuk meminimalisir kontak langsung dengan orang lain.

Saat naik GoCar:

  • Wajib pakai masker selama di perjalanan.
  • Gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% dan tersedia di unit GoCar, sebelum dan setelah memegang gagang pintu mobil.
  • Tutup mulut dan hidung dengan siku bagian dalam jika bersin/batuk.
  • Dilarang membuang masker, tisu, dan sampah lainnya di dalam mobil.
  • Hindari menyentuh wajah selama perjalanan.
  • Cuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik setelah turun dari kendaraan.
  • Sebisa mungkin, lakukan pembayaran non-tunai dengan GoPay, kartu kredit ataupun kartu debit, untuk meminimalisir kontak langsung dengan orang lain.
  • Kami menyarankan untuk membuka jendela sedikit agar udara dalam kabin tersirkulasi dengan udara luar

Gojek juga telah menetapkan prosedur yang mengedepankan aspek kebersihan dan kesehatan termasuk bagi layanan transportasi GoRide dan GoCar dengan mewajibkan mitra driver untuk menggunakan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer sebagai syarat untuk menjalankan order, sesuai dengan peraturan pemerintah. Penggunaan Alat Pelindung Diri berupa masker bersifat wajib, apabila ada salah satu pihak yang tidak menggunakan masker, baik mitra driver dan penumpang berhak membatalkan pemesanan dan membuat laporan di aplikasi.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *